MENEPIS ADANYA TUDUHAN PELAYANAN BURUK DI RSUD PORSEA

 Administrator  27-07-2026 15:28
25 kali dilihat

MENEPIS ADANYA TUDUHAN PELAYANAN BURUK DI RSUD PORSEA

Penjelasan terkait video viral di media sosial (14/07/2026) yang menarasikan dugaan buruknya pelayanan terhadap seorang pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pihak rumah sakit menegaskan seluruh penanganan medis telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Adapun uraian kejadian yang terjadi sebenar-benarnya adalah demikian:

  1. Pasien datang ke IGD kurang lebih pada pukul 10.00 Wib pada tanggal 14/07/2026
  2. Adapun yang merupakan pasien adalah istri dan anak saudara JS
  3. Kedua pasien langsung diarahkan oleh perawat dan diperiksa oleh dokter IGD
  4. Setelah di periksa, dokter menyampaikan bahwa istri saudara JS dianjurkan untuk rawat inap tetapi anak saudara JS dianjurkan untuk ke poliklinik spesialis anak dikarenakan dokter di IGD melihat pasien anak tersebut tidak ada indikasi untuk rawat inap
  5. Pada saat pemeriksaan tersebut, saudara JS pergi keluar sehingga tidak melihat bahwa kedua pasien telah dilayani dan diperiksa
  6. Pada saat pemeriksaan, dokter IGD sudah menyampaikan kepada istri saudara JS terkait proses pengobatan dan menganjurkan untuk mengambil rujukan untuk anak pasien dari puskesmas
  7. Dokter juga menyampaikan kepada istri saudara JS bahwa ruangan rawat inap sedang penuh sehingga pasien harus menunggu di IGD
  8. Setelah saudara JS masuk kembali ke IGD, disampaikan untuk mengambil rujukan dari puskesmas. Kemudian saudara JS  pergi kepuskesmas dengan membawa anaknya
  9. Pada sekitar pukul 11.35 wib si saudara JS bersama dengan anak dan kakak ipar saudara JS datang langsung ke poliklinik anak
  10. Perawat poliklinik spesialis anak menanyakan identitas anak tersebut dan mencek data pasien di sistem dan ternyata nama pasien  belum ada di RME. Kemudian perawat poliklinik menyakan kepada saudara JS apakah pasien  sudah didaftar atau belum
  11. Perawat poliklinik spesialis anak menyampaikan kepada saudara JS untuk pergi mendaftar ke loket pendaftaran sementara anak saudara JS dan juga kakak ipar saudara JS tetap tinggal di poliklinik untuk dilakukan pemeriksaan terhadap si anak
  12. Pada saat saudara JS berada di loket pendaftaran, petugas menanyakan berkas pasien (KK/Kartu BPJS)  untuk melihat NIK pasien supaya dapat didaftarkan. Petugas juga menyampaikan apabila berkas fisik tidak ada dapat juga berupa poto.
  13. saudara JS langsung marah-marah dan mengatakan “kenapa mendahulukan administrasi daripada melayani pasien”
  14. Petugas mencoba menjelaskan dan tetap menanyakan identitas pasien, saudara JS hanya meyebutkan nama anak tersebut.
  15. Dikarenakan saudara JS terus berdebat, Petugas berinisiatif menghubungi puskesmas porsea untuk mendapatkan identitas pasien dan juga menanyakan apakah rujukan pasien tersebut sudah dibuat atau tidak
  16. Saat saudara JS masih berada loket dipendaftaran, pasien sudah selesai ditangani oleh dokter poliklinik spesialis anak dan dikarenakan saat pemeriksaan si anak mengalami muntah maka dokter menyetujui untuk rawat inap
  17. Dikarenakan ruangan rawat inap sedang dalam kondisi penuh, pasien di titip rawat di ruangan IRNA Kebidanan
  18. Berdasarkan Prosedur rawat inap dari poliklinik, pasien dipasang infus diruangan rawat inap. Sebelum itu perawat poliklinik terlebih dahulu harus mengampra Obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) dari farmasi
  19. Pada saat proses pengamprahan obat dan BMHP tersebut, saudara JS sudah memvideo-video  dan menyampaikan hal-hal yang tidak sesuai dengan kejadiaan yang terjadi.
  20. Mengingat istri saudara JS masih berada di IGD dan belum mendapatkan ruangan, pihak RS mengupayakan ruangan supaya kedua pasien dapat dirawat bersama dalam satu ruangan
  21. Dan kedua pasien masih dirawat bersama di ruangan IRNA VIP sampai hari ini tanggal 16 juli 2026.

 

Adapun tujuan klarifikasi ini dilakukan dikarenakan video viral tersebut mengakibatkan kerugian bagi pihak rumah sakit. Adanya Kerugian berupa menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan RSUD Porsea serta mempengaruhi mental petugas medis baik perawat dan dokter yang melayani saat kejadian berlangsung.